Kabar untuk Ibu

Kabar Untuk Ibu
Ibu…
Lewat lembaran kertas ini…
Kukabarkan…
Tentangku…
Disini…
Padamu…
Ibu..
Aku masih seperti dulu…
Terlunta lunta…
Terseok seok…
Mengais ngais keuntungan di reruntuhan hati
Tetapi…Ibu…
Aku tegar
Kucoba bertahan…
Sabar seperti siput yang berjalan…
Tegar laksana batu karang
Karena bayang bayang keemasan itu…
Jelas nampak dalam gelap hidupku
Satu kuharap…Ibu…
Jangan kau alirkan air matamu…
Jika membaca suratanku
Tapi do’amu yang tulus
Kuharap menderai selalu…
Untukku…biar aku mampu
Jalani hidupku
Terasing…
Di negeri terasing





