Alice In Wonderland


Film Alice In Wonderland langsung berada di puncak tangga box office pada Minggu perdana penayangannya. Diestimasikan film berformat 3D garapan sutradara Tim Burton itu, meraup pemasukan sebesar 116.3 juta Dollar AS, hanya di wilayah pemutaran AS saja. Sedangkan pemasukan di seluruh dunia, mencapai angka 210.3 juta Dollar AS.

Film yang antara lain dibintangi aktor watak Johnny Depp, dan Anne Hathaway itu, dari awal pembuatannya memang sudah menjadi bahan pembicaraan. Karena selain faktor sutradaranya yang eksentrik, Alice dibuat dengan melaraskan antara teknik realisme, dan teknis animasi, serta disempurnakan dengan program mutakhir CGI, dengan menelan biaya lebih dari 200 juta Dolar AS.

Sebenarnya, pada mulanya film ini diproduksi dalam format 2D, sebelum akhirnya disesuaikan dalam format teknologi 3D, untuk memberikan dampak kepuasan penontonnya. Dengan harapan, dapat menyedot lebih banyak penonton ke gedung bioskop, sebagaimana yang terjadi pada film berteknologi sejenis, Avatar.

Keperkasaan Alice, yang beranjak dari kisah novelis Inggris, Lewis Carrol tahun 1865 itu, membuat film triller tentang aksi polisi berjudul Brooklyn's Finest berada di posisi runner up. Setelah itu, jawara dua Minggu berturut-turut Shutter Island mengekor dibelakangnya.

Pada posisi empat dan sepuluh besar lainnya adalah film Cop Out, Avatar, The Crazies, Percy Jackson and the Olympians: The Lightning Thief, Valentine's Day, Crazy Heart, dan Dear John.

Film Alice In Wonderland berkisah tentang seorang gadis bernama Alice yang terjatuh ke dalam lubang kelinci. Melalui lubang ajaib itulah, Alice berjumpa dengan sosok-sosok aneh bin ajaib yang akan menuntunnya pada petualangan seru.

Sosok-sosok yang berada di lubang kelinci itu, dalam ilmu susastra, sebagaimana dikatakan para pemerhati film Hollywood, adalah sosok-sosok non-sense. Yang ada karena diadakan oleh pengarangnya, kemudian dihidupkan dengan luar biasa oleh sutradara, Tim Burton.

Anehnya, dalam pemutaran perdananya di Inggris, film ini langsung menuai boikot. Karena alasan sepihak produser Alice In Wonderland, yang akan mempercepat memproduksi versi DVD-nya. Dalam hukum dagang yang berlaku di Inggris, open window, atau penayangan film bioskop dalam bentuk DVD bisa dilakukan jika telah melalui durasi tayang di bioskop selama 17 Minggu waktu tayang.

Namun, karena alasan bisnis, diantaranya maraknya pembajakan lewat dunia maya, Alice akan diproduksi dalam bentuk DVD hanya 12 Minggu setelah ditayangkan di bioskop. Hal itulah, yang memantik kemarahan para pemilik jaringan bioskop di Inggris. Langkah pemilik jaringan bioskop di Inggris itu, juga dilakukan oleh para pemilik bioskop di Italia, Irlandia dan Belanda.

Sumber: www.suaramerdeka.com

JhuChin Blog's All Right Reserved .W-Effendy